Jumat, 05 Juli 2013

Posted by Unknown |
Setiap orang pasti mempunyai impian / cita-citanya masing-masing begitu juga saya , saya mempunyai impian  .


Umur
(Tahun)


Impian

Fakta


1-5

        1.      Masuk taman kanak-kanak
        2.      Main dengan bebas

       1.   Masuk
       2.   Hyperaktif


6-11

       1.   Masuk SDN
       2.    Ingin menjadi Guru
       3.     Lulus  Tepat waktu

       1.        Masuk
       2.    Berubah pikiran
       3.      Lulus


12-14

        1  .   Masuk SMPN  bekasi dan diterima
        2.   Masuk Organisasi Patroli kemanan sekolah
        3.     Jago menggambar anime
        4.   Lulus SMP


        1 .  Masuk SMPN 3
        2 .  Diterima Organisasi
        3 .  Masih amatir
        4.  Lulus


15-17

       1.    Masuk SMAN  bekasi dan diterima
       2.    Ingin men jadi seorang Mangaka  / pembuat manga
       3.    Ingi pergi ke Jepang
       4.  Lulus SMA

      1.     Masuk SMA Swasta
      2.      Banyak membaca komik anime dan melihat tutorial” membuat anime
      1.     Hanya angan-angan
      4.     Lulus


18-22

       1.   Masuk Perguruan tinggi
       2.     Lancar menjalani Perkuliahan
       3.      Lulus dengan tepat

      1.  Masuk Univ.Gunadarma
      2.   Amin
      3.  Amin


25

       1. Pergi ke Jepang
       2. Mendapatkan pasangan di jepang
       3. Bekerja di Shonen jump

      1.    Amin
      2.     Amin
      3.     Amin



30 -40 

      1.    Mempunyai / Bekerja di perusahaan tetap dan hidup terjamin
      2.  Pergiin Haji Orang tua
      2.    Memiliki anak anak yang pintar dan sholeh
      3.    Memili keluarga yang rukun dan hidup tentram , damai                                                                                


     1.       Amin
     2.       Amin
     3.       Amin
     4.   Amin

Meninggal

      1.   Masuk surga

     1.         Amin


Grafik :

Senin, 01 Juli 2013

Posted by Unknown |
Dalam tugas kali ini saya akan mewawancarai Tetangga saya yang seorang Polisi Militer , beliau juga sudah di angkat menjadi anggota paspampres .

Berikut ini isi peracakapan saya terhadap beliau :
A : Selamat sore pak (sebenernya umurnya masih muda , sekitar 23 keatas
B : ya , selamat sore , ada perlu apa ya ?
A : Begini pak , boleh saya mewawancarai abang tentang pandangan hidup abang ?
B : oh ya boleh , silahkan
A : sebelumnya saya mengucapkan terima kasih telah memperbolehkan saya bertanya tentang pandangan hidup bapak
B : oh dengan senang hati
A : pertama tama yang ingin saya tanyakan adalah profesi bapa ini sekarang apa ?
B : Oh saya seorang Polisi Militer yang melindungi dan menjaga negara ini agar tetap aman .
A : wah .. hebat pak .  kalau boleh tau sejak kapan bapak berprofesi sebagai seorang polisi militer ?
B : Kira kira Baru 8 tahun saya jadi seorang Polisi Militer saat saya memasuki umur 20 an kalau tidak salah  saya mulai ikut
A : Oh , masih belum terlalu Lama ya pak  . bagaimana bapak memulai profesi sebagai polisi militer ?
B :  Waktu itu , Setelah lulus SMA sebenarnya saya ingin melanjutkan ke perguruan tinggi , tetapi dulu faktor ekonomi di keluarga tidak bagus , saya di beritahu orang tua saya untuk masuk polisi militer saja .  berhubung postur badan saya yang tinggi dan lumayan besar dan fisik yang saya punya juga bagus mungkin akan lebih mudah untuk masuk ke polisi militer .
A : oh begitu pak  , memang benar tubuh bapak ideal jadi pm .  lalu bagaimana setelah bapak masuk ke polisi militer , apakah bapak senang atau tidak ?
B : trimakasih ,  yaa tentu saya senang karena sudah menjadi pilihan .
A : trus apa saja yang sudah bapak dapatkan sewaktu di asrama militer ?
B : yaa ..  kita akan lebih mandiri , mendapatkan fisik yang kuat karena latihan yang di berikan setiap hari  , lalu bagaimana belajar disiplin itu yang sebenarnya , yaa masih ada banyak lagi .
A : oh begitu pak  , kayaknya sih berat bagi saya kalau melakukan itu , hahaha .  lalu saya mau bertanya . kan bapak sudah memiliki istri , bagaimana tanggapan istri bapak sendiri tentang bapa ?
B : oh istri saya selalu menyemangati saya jika sedang bertugas , keadaan ekonomi juga mencukupi keluarga saya , saya juga sudah menjadi salah satu anggota paspampres loh .
A : wah itu hebat bang sudah bisa menjadi anggota paspampres  . pasti makin berat tugasnya
B : iya itu sudah menjadi kebanggaan bagi saya sendiri , memang ..
A : baik pak  , mungkin cukup segini saja saya mewawancari bapak , ini juga tugas dari dosen saya . hahaha
Atas waktu dan kesempatannya saya ucapkan terima kasih pak .
B :  oh sudah selesai , baik de sama sama . jangan sungkan kalau mau bertanya tanya lagi ya

A : baik pak 
Posted by Unknown |
Update Legal OS, jangan pake Windows bajakan, Beralih ke OpenSource Kalo belum bisa beli OS Proprietary yg asli.
Update legal Anti Virus/Malware/Firewall
Update Berkala, Bersihkan Apps Trash, Backup Data
Lakukan backup 3 x dengan external media yg berbeda dan taruh itu di tempat yg berbeda dan aman. Biaya backup selalunya lebih murah daripada biaya

Gunakan protection tools (Deep Freeze, Windows Steady State etc.) & never log in as Administrator level users

Sabtu, 20 April 2013

Posted by Unknown |
Nama : Rija syahputra
Kelas : 1ka31
Npm : 16112367



BAB.8 PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT


1. PERBEDAAN KEPENTINGAN

A. PERBEDAAN KEPENTINGAN

Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku dari individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan kehidupan individu itu sendiri. Jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka mereka akan merasa puas dan sebaliknya bila gagal akan menimbulkan masalah bagi diri sendiri maupun bagi lingkungannya.
Individu yang berpegang pada prinsipnya saat bertingkah laku, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu tersebut dalam masyarakat merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena itu, individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohaninya. Dengan itu, maka akan muncul perbedaan kepentingan pada setiap individu, seperti:


Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang.
Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.
Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi.Kepentingan individu untuk orang lain.
Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan didalam kelomponya.
Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.
Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.
Dalam hal diatas menunjukkan ketidakmampuan suatu ideologi mewujudkan idealisme yang akhirnya akan melahirkan suatu konflik. Hal mendasar yang dapat menimbulkan suatu konflik adalah jarak yang terlalu besar antara harapan dengan kenyataan pelaksanaan. Perbedaan kepentingan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi ada beberapa fase, yaitu Fase Disorganisasi dan Fase



2. PRASANGKA DISKRIMINASI DAN ETHOSENTRIS


A. DISKRIMINASI DAN ETHOSENTRIS

Prasangka (prejudice) diaratikan suatu anggapan terhadap sesuatu dari seseorang bahwa sesuatu itu buruk dengan tanpa kritik terlebih dahulu. Baha arab menyebutnya “sukhudzon”. Orang, secara serta merta tanpa timbang-timbang lagi bahwa sesuatu itu buruk. Dan disisi lain bahasa arab “khusudzon” yaitu anggapan baik terhadap sesuatu.
Prasangka menunjukkan pada aspek sikap sedangkan diskriminasi pada tindakan.


Etnosentrisme yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain. Etnosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk menginterpretasikan atau menilai kelompok lain dengan tolok ukur kebudayaannya sendiri. Sikap etnosentrisme dalam tingkah laku berkomunikasi nampak canggung, tidak luwes.

3. PERTENTANGAN SOSIAL DAN KETEGANGAN MASYARAKAT



A. PERTENTANGAN DAN KETEGANGAN MASYARAKAT


Konflik mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar. Terdapat tiga elemen dasar yang merupakan ciri dasar dari suatu konflik, yaitu
1. terdapat dua atau lebih unit-unit atau bagian yang terlibat dalam konflik
2. unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan, tujuan, masalah, sikap, maupun gagasan-gagasan
3. terdapat interraksi diantar bagian-bagian yang mempunyai perbedaan tersebut
Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengan kebencian atau permusuhan, konflik dapat terjadi pada lingkungan diri seseorang, kelompok, dan masyarakat.Adapun cara pemecahan konflik tersebut :
1. Elimination, pengunduran diri dari salah satu pihak yang terlibat konflik
2. Subjugation atau Domination, pihak yang mempunyai kekuasaan terbesar dapat memaksa pihak lain untuk mengalah
3. Majority Rule, artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting
4. Minority Consent, artinya kelompok mayoritas yang menang, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta kesepakatan untuk melakukan kegiatan bersama
5. Compromise, artinya semua sub kelompok yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah
6. Integration, artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan, dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak


4. GOLONGAN-GOLONGAN YANG BERBEDA DAN INTEGRASI SOSIAL


A. GOLONGAN-GOLONGAN YANG BERBEDA DAN INTEGRASI SOSIAL


Masyarakat Majemuk dan National Indonesia terdiri dari :Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia. Aspek-aspek dari kemasyarakatan :
- Suku bangsa dan kebudayaannya.
- Agama
- Bahasa
- Nasional Indonesia.
A. Integritas
variabel-variabel yang dapat menghamabat dalam integritas adalah :
Klaim/tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya.
Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi.
Agama, sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan
Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan
B. Integrasi Sosial
Integrasi Sosial adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial,ras, etnik, agama, bahasa, nilai, dan norma. Syarat terjadinya integrasi sosial antara lain:
C. Integrasi Nasional
merupakan masalah yang dialami semua negara didunia, yang berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapinya.


5. INTEGRASI NASIONAL


A. INTEGRASI NASIONAL

Merupakan masalah yang dialami semua negara didunia, yang berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapinya.
Di bawah ini beberapa permasalahan integrasi nasional :

Perbedaan Ideologi
Kondisi masyarakat yang majemuk
Masalah teritorial daerah yang berjarak cukup jauh
Pertumbuhan partai politik
Upaya Pendekatan
Mempertebal keyakinan seluruh warga negara terhadap ideologi nasional
Membuka isolasi antar berbagai kelompok etnis.
Menggali kebudayaan daerah untuk menjadi kebudayaan nasional
Membentuk jaringan asimilasi bagi berbagai kelompok etnis pribumi.


SOURCE:

id.wikipedia.org
http://haryasaputra.blogspot.com/2010/11/bab-viii-pertentangan-pertentangan.html
http://viniagustia.blogspot.com/2009/12/prasangka-diskriminasi-dan-ethosentris.html
Posted by Unknown |
Nama : Rija syahputra 
Kelas  : 1ka31
NPM  : 16112367


BAB. 7 MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN


1. MASYARAKAT PERKOTAAN , ASPEK-ASPEK POSITIF DAN NEGATIF

A. PENNGERTIAN MASYARAKAT

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

B. SYARAT-SYARAT MENJADI MASYARAKAT

Menurut Marion Levy diperlukan empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpolan manusia bisa dikatakan / disebut sebagai masyarakat.

1. Ada sistem tindakan utama.
2. Saling setia pada sistem tindakan utama.
3. Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota.
4. Sebagian atan seluruh anggota baru didapat dari kelahiran / reproduksi manusia.

C. PENGERTIAN MASYARAKAT PERKOTAAN

Masyarakat perkotaan sering disebut urban community . Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

D. 2 TIPE MASYAKARAT 

Dipandang dari cara terbentuknya, masyarakat dapat dibagi dalam :
1. masyarakat paksaan, misalnya Negara, masyarakat tawanan, dan lain-lain
2. masyarakat merdeka, yang terbagi dalam :

masyarakat nature, yaitu masyarakat yang terjadi dengan sendirinya, seperti gerombolan, suku, yagn bertalian dengan hubungan darah atau keturunan
· masyarakat kultur, yaitu masyarakat yang terjadi karena kepentingan keduniaan atau kepercayaan, misalnya koperasi, kongsi perekonomian, gereja dan sabagainya


E. CIRI-CIRI MASYARAKAT KOTA 

Ada beberapa ciri – ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
1. kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupankeagamaan di desa
2. orang kota paa umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu
3. pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
4. kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa
5. interaksi yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripaa factor pribadi
6. pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu
7. perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.


F. PERBEDAAN DESA DAN KOTA

Masyarakat Pedesaan:
1).Perilaku homogeny
2).Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
3).Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status .
4).Isolasi sosial, sehingga static
5).Kesatuan dan keutuhan cultural
6).Banyak ritual dan nilai-nilai sacral


Masyarakat Kota:
1). Perilaku heterogen
2).Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
3).Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
4).Mobilitassosial,sehingga dinamik
5).Kebauran dan diversifikasi cultural
6).Birokrasi fungsional dan nilai-nilaisekular
7).Individualisme


2. HUBUNGAN DESA DAN KOTA

A. HUBUNGAN DESA DAN KOTA

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan terdapat hubungan uang erat, bersifat ketergantungan, karena saling membutuhkan. Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan, desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota. Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yg juga diperlukan oleh orang desa, kota juga menyediakan tenaga-tenaga yang melayani bidang-bidang jasa yg dibutuhkan oleh orang desa.

3. ASPEK POSITIF DAN NEGATIF 

A. TENTANG ASPEK POSITIF DAN NEGATIF

a. Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
b. Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
c. Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
d. Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
e. Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.


B. 5 UNSUR LINGKUNGAN PERKOTAAN

Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan,
seyogyanyamengandung 5 unsur yang meliputi :
· Wisma : unsure ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Unsure wisma ini menghadapkan
1. dapat mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai dengan pertambahan kebutuhan penduduk untu masa mendatang
2. memperbaiki keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapat mencapai standar mutu kehidpan yang layak, dan memberikan nilai-nilai lingkungan yang aman dan menyenangkan
· Karya : unsure ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsure ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
· Marga : unsure ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.
· Suka : unsure ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian
· Penyempurna : unsure ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.


C. FUNGSI EXTERNAL KOTA

Di pihak lain kota mempunya juga peranan/fungsi eksternal, yakni seberapa jauh fungsi dan peranan kota tersebut dalam kerangka wilayah atau daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya, baik dalam skala regional maupun nasional. Dengan pengertian ini diharapkan bahwa suatu pembangunan kota tidak mengarah pada suatu organ tersendiri yang terpisah dengan daerah sekitarnya, karena keduanya saling pengaruh mempengaruhi.


4. MASYARAKAT PEDESAAN

A. PENGERTIAN DESA

Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri.

Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.

Sedang menurut Paul H. Landis desa adalah pendudunya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri ciri sebagai berikut :

a) mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
c) Cara berusaha (ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti : iklim, keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.


B. CIRI-CIRI DESA

Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi “Talcot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang mebngenal ciri-ciri sebagai berikut :

a. Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.

b. Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.

c. Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)

d. Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).

e. Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.


C. CIRI-CIRI MASYARAKAT PEDESAAN

Menurut Rahardjo (1999), Desa atau lingkungan pedesaan adalah sebuah komunitas yang selalu dikaitkan dengan kebersahajaan (simplicity), keterbelakangan, tradisionalisme, subsistensi, dan keterisolasian. Beratha (1984), berpendapat bahwa masyarakat desa dalam kehidupan sehari-harinya menggantungkan pada alam. Alam merupakan segalanya bagi penduduk desa, karena alam memberikan apa yang dibutuhkan manusia bagi kehidupannya. Mereka mengolah alam dengan peralatan yang sederhana untuk dipetik hasilnya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alam juga digunakan untuk tempat tinggal.

Menurut Bintarto dalam Daljoeni (2003), ada tiga unsur yang membentuk sistem yang bergerak secara berhubungan dan saling terkait dari sebuah desa, yaitu :
Daerah tanah yang produktif, lokasi, luas dan batas yang merupakan lingkungan geografis,
Penduduk, jumlah penduduk, pertambahan penduduk, persebaran penduduk dan mata pencaharian penduduk,
Tata Kehidupan, pola tata pergaulan dan ikatan pergaulan warga desa termasuk seluk beluk kehidupan masyarakat desa.


D. MACAM-MACAM PEKERJAAN GOTONG ROYONG

Gotong-royong sebagai solidaritas sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, 
terutama mereka yang membentuk komunitas-komunitas, karena dalam komunitas seperti ini 
akan terlihat dengan jelas. Gotong-royong terjadi dalam beberapa aktivitas kehidupan, seperti 
gotong-royong dalam bentuk kerjabakti, dilakukan untuk kepentingan bersama; gotong-royong 
dalam bentuk tolong menolong pada saat melakukan pesta pernikahan, atau khitanan, 
beberapa hari sebelum pesta akan dilakukan terjadi sumbangan dari kenalan, tetangga ataupun 
kerabat datang membantu dalam bentuk bahan makanan, uang, ataupun tenaga,kemudian 
bantuan ini harus dikembalikan minimal dengan nilai yang sama.Bahkan gotong-royong dapat 
pula terjadi pada saat adanya musibah ataupun kematian salah seorang warga komunitas, hal 
ini tidak dapat disebut kepentingan bersama ataupun kepentingan peribadi tetapi rasa 
kemanusiaan yang muncul di antara warga, karena musibah datangnya tidak diperhitungkan 
ataupun diketahui, sehingga warga yang mendapat musibah tersebut memerlukan bantuan dari 
warga lainnya. Gotong-royong dapat terjadi di lahan pertanian uyang berada di wilayah 
pedesaan berupa curahan tenaga pada saat membuka lahan sampai mengerjakan lahan 
pertanian, dan diakhiri di saat panen, bantuan dari orang lain seperti ini harus dikembalikan 
sesuai dengan tenaga yang orang lain berikan, hal ini terus menerus terjadi yang akhirnya 
menjadi ciri masyarakat, terutama yang memiliki mata pencaharian agraris.


E. SIFAT DAN HAKIKAT MASYARAKAT PEDESAAN

Seperti dikemukakan oleh para ahli bahwa masyarakat Indonesia lebih dari 80% tinggal di pedesaan dengan mata pencaharian yang bersifat agraris. Masyarakat yang agraris biasanya dipandang antara sepintas kilas dinilai oleh orang - orang kota sebagai masyarakat tenang, damai, harmonis yaitu kota yang adem ayem. Sehingga oleh orang kota dianggap sebagai tempat untuk melepaskan lelah dari segala kesibukan, keramaian, dan keruwetan.

Maka tidak jarang orang yang melepaskan segala kelelahan dan kekusutan pikir tersebut untuk pergi ke luar kota, karena merupakan tempat yang adem ayem, penuh ketenangan, tetapi sebenarnya ketenangan masyarakat pedesaan itu hanyalah bawaan dari masyarakat tersebut yang dikemukakan oleh Ferdinand Tonies diistilahkan dengan masyarakat paguyuban. Jadi paguyuban masyarakat itulah yang menyebabkan orang – orang kota menilai sebagai masyarakat itu tenang harmonis, rukun dan damai dengan sebutan julukan masyarakat yang adem ayem.

Tetapi sebenarnya dalam masyarakat pedesaan terdapat juga sebuah gejala – gejala, khususnya hal ini menyebabkan bahwa di pedesaan penuh dngan ketegangan – ketegangan sosial. Gejala yang ada di masyarakat pedesaaan Antara lain:

a. konflik: ramalan orang kota bahwa pedesaan itu adalah masyarakat yang tenang dan harmonis ternyata salah sebab yang benar di dalam masyarakat pedesaan adalah penuh masalah dan ketegangan. Karena mereka yang setiap hari selalu berdekatan dengan tetangganya secara terus – menerus dan hal ini menyebabkan kesempatan untuk bertengkar amat banyak sehingga kemungkinan terjadi peristiwa – peristiwa peledakan dari ketegangan amat banyak dan sering terjadi.

b. Kontravensi: pertentangan ini dapat disebabkan karena perubahan konsep – konsep kebudayaan, psikologi atau hubungannya dengan guna – guna dan biasanya para ahli hukum adat biasanya meneinjau masalah kontravensi ini dari sudut kebiasaan masyarakat.

c. Kompetisi: sesuai dengan kodratnya masyarakat pedesaan adalah manusia – manusia yang mempunyai sifat – sifat sebagai manusia biasanya yang antara lain mempunyai saingan dengan manifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena itu persaingan itu bisa positif dan juga bisa negatif.

d. Kegiatan pada masyarakat pedesaan: masyarakat pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap mereka yag dapat bekerja keras tanpa bantuan orang lain. Jadi apabila orange berpendapat bahwa orang desa didorong untuk bekerja lebih keras, maka hal ini tidaklah mendapat sambutan yang sangat dari para ahli


F. MACAM-MACAM GEJALA MASYARAKAT PEDESAAN

Didalam masyarakat pedesaan kita mengenal berbagai macam gejala sosial. Gejala-gejala sosial yang sering diistilahkan dengan :
a) Konflik
b) Kontraversi
c) Kompetisi
d) Kegiatan pada masyarakat pedesaan


G. SISTEM BUDAYA PETANI INDONESIA

Sejarah perjuangan hidup umat manusia hanya akan bermuara pada dua latar belakangbudaya, budaya petani (bertani, berternak dan menangkap ikan sebagai nelayan) dan budayapedagang. Indonesia, secara sadar mentransformasi budaya petani ke dalam budaya industri. Dan budaya itu pula yang menjiwai budaya industrinya. Apa dan bagaimana “budaya petani” dan “budaya pedagang” dapat tergambar dalam kisah sederhana.

H. UNSUR-UNSUR DESA

Unsur desa di antaranya :
  • Daerah
  • Penduduk
  • corak kehidupan
  • unsur gotong royong
I. FUNGSI DESA

Fungsi desa :
  • Fungsi desa dlm hubungannya dengan kota
  • Sebagai lumbung bahan mentah atau tenaga kerja dan segi kegiatan, kerja desa dapat merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan.
  • Desa sebagai hinterland (pemasok kebutuhan bagi kota).
  • Desa merupakan sumber tenaga kerja kasar bagi perkotaan.
  • Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota.
  • Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia.
5. PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN

A. Perbedaan Masyarakat Desa dan Kota

Kehidupaan masyarakat desa berbeda dengan masyarakat kota. Perbedaan yang paling mendasar adalah keadaan lingkungan, yang mengakibatkan dampak terhadap personalitas dan segi-segi kehidupan. Kesan masyarakat kota terhadap masyarakat desa adalah bodoh, lambat dalam berpikir dan bertindak, serta mudah tertipu dsb. Kesan seperti ini karena masyarakat kota hanya menilai sepintas saja, tidak tahu, dan kurang banyak pengalaman.
Untuk memahami masyarakata pedesaan dan perkotaan tidak mendefinisikan secara universal dan obyektif. Tetapi harus berpatokan pada ciri-ciri masyarakat. Ciri-ciri itu ialah adanya sejumlah orang, tingal dalam suatu daerah tertentu, ikatan atas dasar unsur-unsur sebelumnya, rasa solidaritas, sadar akan adanya interdepensi, adanya norma-norma dan kebudayaan. Masyarakat pedesaan ditentukan oleh bentuk fisik dan sosialnyya, seperti ada kolektifitas, petani iduvidu, tuan tanah, buruh tani, nelayan dsb. Masyarakat pedesaan maupun masyarakat perkotaan masing-masing dapat diperlakukan sebagai sistem jaringan hubungan yang kekal dan penting, serta dapat pula dibedakan masyarakat yang bersangkutan dengan masyarakat lain. Jadi perbedaan atau ciri-ciri kedua masyarakat tersebut dapat ditelusuri dalam hal lingkungan umumnya dan orientasi terhadap alam, pekerjaan, ukuran komunitas, kepadatan penduduk, homogenitas-heterogenotas, perbedaan sosisal, mobilitas sosial, interaksi sosial, pengendalian sosial, pola kepemimpinan, ukuran kehidupan, solidaritas sosial, dan nilai atau sistem lainnya.

SOURCE: